Minggu, 16 Maret 2014

Seputar Otak



Seputar Otak
Author By: Aminatul Zahroh, M.Pd.I

Kita menjalani hidup sehari-hari sering kali hanya melihat tanpa memperhatikan.
Perhatian kepada dunia sekitar anda
akan membantu mengembangkan kemampuan otak dalam melatih pikiran.
...Selamat membaca...

Apakah makan otak seperti: otak sapi, otak kerbau, otak kambing, dan otak udang dapat menambah pintar seseorang ??? Jawabnya: tentu saja tidak. Intinya kalau kita tidak belajar, maka tidak akan pandai. Mari kita ketahui bersama bagaimana otak manusia itu sesungguhnya.
Otak manusia dapat anda pegang dengan hanya menggunakan satu telapak tangan saja. Beratnya sekitar 1,5 kg. Otak manusia memiliki 100 miliar sel syaraf aktif (neuron). Jumlah ini hampir sama dengan jumlah bintang digalaksi Bima Sakti. Manusia memang diberi kelebihan oleh Allah swt dibanding yang lainnya. Lalat hanya memiliki 100 ribu sel syaraf aktif (neuron), tikus memiliki sel syaraf aktif (neuron), kera memiliki 10 miliar sel syaraf aktif (neuron) dan manusia memiliki 100 miliar sel syaraf aktif (neuron).
Setiap sel syaraf aktif (neuron) dapat mengembangkan 2 ribu sampai 20 ribu cabang yang disebut dengan dendrit. Bentuk dendrit mirip dengan dahan-dahan pohon. Setiap dendrit dapat menyimpan informasi dan menerima masukan dari sel lain. Setiap sel syaraf aktif (neuron) dapat mengirimkan pesan ke seluruh otak dan seluruh tubuh melalui akson. Setiap akson ditutupi oleh pembungkus yang disebut mielin. Akson berbentuk seperti kabel listrik, sedangkan mielin seperti pembungkus kabel. Semakin baik kabel dan pembungkusnya, maka semakin baik pula aliran listriknya. Begitu pula dengan akson dan mielin. Makin baik akson dan mielinnya, maka akan semakin cepat pula gerak pesan yang dikirimkan. Kecepatan gerak pesan itu bisa mencapai 100 meter per detik.
Seluruh dendrit dikelilingi oleh 900 miliar sel glial. Sel glial ini berfungsi merekatkan seluruh bagian otak. Karena kekuatan otak terletak pada banyaknya hubungan antarsel tersebut. Sel-sel otak akan membentuk koneksi atau hubungan antarsel dengan kecepatan 3 miliar per detik. Koneksi tersebut adalah kunci kekuatan otak kita. Semua kecerdasan manusia ada di dalam neokorteks. Tugas neokorteks adalah berpikir, berbicara, melihat dan mencipta.

>>Semoga Bermanfaat<<

Power of Reading

Power of Reading
Author By: Aminatul Zahroh, M.Pd.I

Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang.
Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan.
...Selamat membaca...

Merubah kebiasaan merupakan suatu tekad untuk meninggalkan kebiasaan lama dan menggantinya dengan kebiasaan baru. Membaca merupakan salah satu kebiasaan yang harus selalu (always) dan tetap (statis) untuk dijalankan. Banyaklah membaca, sebab membaca itu ibarat memberi makanan pada otak kita. Buatlah catatan ketika membaca. Tulislah komentar anda atas setiap lembar yang anda baca. Dengan demikian, otak akan menyala, karena terangsang untuk memberikan tanggapan terhadap informasi yang datang dari luar.
Secara umum, memori jangka pendek dapat menyimpan informasi dengan baik selama beberapa detik. Setelah sekitar 12 detik ingatan melemah, dan setelah 20 detik informasi itu hilang seluruhnya, kecuali jika anda terus mengulanginya atau mencatatnya. Karena sesungguhnya, kita belajar 10% dari apa yang kita baca; 20% dari apa yang kita dengar; 30% dari apa yang kita lihat; 50% dari yang kita lihat dan kita dengar; 70% dari yang kita katakan; dan 90% dari yang kita katakan dan kita lakukan.
Rencana sebagus apapun tanpa disertai tindakan, maka akan tidak ada artinya. Karena itu, tidak ada pilihan lain kecuali lakukan saja (just do it). Learniang by doing.

>>Semoga Bermanfaat<<

Senin, 02 Desember 2013

POTENSI OTAK

BAGAIMANA MELEJITKAN POTENSI OTAK
Oleh: Aminatul Zahroh, S.Pd.I., M.Pd.I.

Kata Kunci: Koneksi, Sel Otak, dan Otak.

Otak merupakan benda kecil yang tak lebih dari 1.5 kg, dengan 100 miliar sel saraf aktif (neuron). Jumlah ini hampir setara dengan jumlah bintang di Galaksi Bima Sakti. Dengannya anda berpikir, berbicara, melihat, dan mencipta. Disinilah tempat kecerdasan Anda. Disini pula bersemayam kecerdasan yang lebih tinggi, yaitu intuisi. Intuisi yaitu kemampuan menerima informasi yang tidak dapat diterima oleh panca indra Anda.
Kekuatan otak tidak ditentukan oleh jumlah sel otak, tetapi oleh jumlah hubungan yang terjadi antarsel tersebut. Sel-sel otak membentuk koneksi atau hubungan dengan kecepatan 3 miliar per detik. Koneksi tersebut adalah kunci kekuatan otak. Kekuatan otak tidak ditentukan oleh jumlah sel otak, tetapi oleh jumlah hubungan yang terjadi antarsel tersebut. Koneksi antarsel adalah kunci kekuatan otak.
Ketakutan adalah pembunuh sel-sel otak. Koneksi antarsel akan berhenti bila Anda dalam suasana cemas, khawatir, dan takut. Semua ini memang manusiawi, tapi cobalah lawan kecemasan, kekhawatiran, dan rasa takut itu dengan membuat tabel positif negatif. Intinya adalah fokuskan pikiran atau konsentrasi pada hal-hal negatif. Lalu, fokuskan pikiran untuk mengubah hal-hal negatif itu menjadi positif.
Tidak sedikit orang yang cenderung hanya mengandalkan satu belahan otak saja. Jika demikian, apa yang terjadi? Tentu saja otak tidak bekerja dengan optimal dan tidak menghasilkan sesuatu yang cemerlang. Kita lebih cenderung lebih mementingkan analisis, logika, dan matematika serta jarang sekali memperhatikan atau mengoptimalkan fungsi belahan otak kanan.
Raymond Dart mengatakan bahwa kalu kita sering menggunakan dua anggota tubuh secara seimbang, berarti kita juga tengah menyeimbangkan penggunaan kedua belah otak. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali hanya melihat tanpa memperhatikan. Perhatian kepada dunia sekitar Anda akan membantu mengembangkan kemampuan otak Anda, sehingga hal-hal yang tampak biasa-biasa saja dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang luar biasa hebat.

STUDI ISLAM



METODE STUDI ISLAM RICHARD MARTIN

Oleh: Aminatul Zahroh, S.P.d.I., M.Pd.I.


Metodologi berbicara tentang bagaimana mengkaji data atau membahas bagaimana mengkajinya. Dalam bukunya Richard Martin yang bertema Islam dan Studi Agama  dapat penulis simpulkan bahwa ada dua pendekatan dalam mengkaji hal itu yaitu pendekatan “fenomenologi” dan pendekatan “personalis atau dialogis”. Perang Dunia I mampu mempengaruhi banyak sarjana untuk melakukan studi agma-agama. Gagasan evolusi budaya dan paham tentang kemuajuan manusia mengalami gonangan besar. Akibtnya, ada kebutuhan yang dirasa untuk menemukan pendekatan yang membuka ekspresi otentik agama-agama lain untuk nberbicara tanpa pengaruh nilai-nilai personal para sajana. Apa yang dibutuhkan adalah penilaian objektif terhadap peran agama dalam kehidupan manusia sehingga muncul madzhab yang dikenal sebagai fenomenologi agama.
Fenomenologi agama berusaha diterapkan pada manifestasi-manifestasi agama melalui metode deskripsi murni dimana penilaian peneliti tentang nilai dan kebenaran data agama di bawah penyelidikan yang secara sengaja ditangguhkan. Objek ditangkap esensinya yang terleak di belakang fenomena keagamaan. Jika para Sarjana abad 19 melahirkan cara-cara mengukur agama dengan menghindari sesuatu yang supernatural, fenomenologi abad 20 ingin menundukkan pengalaman keagamaan manusia sebagai respon atas realitas terdalam, bagaimanapun luar biasanya agama tidak dipandang sebagai suatu tahapan dalam sejarah evolusi tetapi lebih sebagai aspek hakiki dari kehidupan manusia.
Kontribusi terpenting fenomenologi dalam tulisan-tulisan terbaru memusatkan pada proses pemahaman yang terjadi ketika peneliti menghadapi objek. Metode historiko filologi lama mencari niat historis penulis teks dengan analisa tekstual, dengan kata lain mencari makna asli sehingga tujuan penjelasan terhadap teks atau ritual terlalu strukturalis, bukan makna historis, diakronik sebagai makna holistik sinkronik.
Fenomenologi juga sangat membutuhkan pendekatan terbuka dan empatik untuk memahami fenomena keagamaan. Dalam studi budaya atau studi manusia sebagai objeknya adalah seluruh perbuatan dan tindakan manusia yang secara historis melibatkan bentuk-bentuk ekspresi artistik, intelektual, sosial, ekonomi, agama, politik dan ilmiah.  Tujuan memahami agama orang lain tidak sekedar pengetahuan lintas budaya tetapi komunikasi lintas budaya juga ditanamkan bersama dengan tujuan teologis pemahaman universal manusia.
 Pendekatan lain yang digunakan Richard Martin adalah pendekatan personalis atau dialogis, yaitu pendekatan yang melibatkan dialog dalam rangka mencapai pemahaman lebih baik satu dengan yang lainnya dan utamanya adalah atas dasar kemanusiaan pada umumnya. Pendekatan personalis atau dialogis sesungguhnya dicurigai, jika tidak antagonistic terhadap keasyikan dengan metodologi, karena banyak program analisis menghendaki sikap berjarak antara peneliti dan yang diteliti.
Dalam hal ini, patut dicatat bahwa kebangkitan baru dalam studi tentang agama-agama oleh antropolog budaya, sekalipun belum diakui secara eksplisit dalam karya-karya sejarawan agama-agama, bagaimanapun telah memperkuat agama sebagai satu bidang kajian. Islam tidak murni fenomena Arab atau Timur Tengah tetapi Islam dapat dijumpai di Asia Tenggara, Cina, Uni Soviet, Afrika Selatan, dan sebagian lain dunia dengan kekuatannya yang mengesankan. Proses sosialisasi dan simbolisasi dimana Islam diabadikan dalam lingkungan lokal, berdampingan dengan Hinduisme, Kong Hucu, Kristen, dan ideologi-ideologi sekuler, membuat studi tentang Islam sebagai aspek penting dalam studi agama-agama secara menyeluruh.